My Name is ….

Apalah arti sebuah nama? itu yang sering kita dengar di telinga saat ini. Sehingga ada keinginan untuk membahas terlebih dahulu seberapa penting nama bagi kita. Bayangkan kalo semua orang di dunia ini tidak mempunyai nama…. Bagaimana jadinya ya ??? Sepertinya ibu guru yang ada di kelas kebingungan untuk mengabsen murid-muridnya, kalau kata sapaan itu hanya ada beberapa kata seperti : Hai… Kang, Pak, Bu dll. Mungkin semua orang akan mempunyai Nama panggilan seputar itu-itu saja sesama temannya yang sudah lama mereka saling kenal. Nah, apakah kita memandangnya seperti itu tidak? Jika ia mungkin betapa penting juga sebuah nama di dalam kehidupan kita. Lantas apa kalo gtu pentingnya sebuah nama?Kita ini manusia. Banyak juga manusia yang lainnya yang sama halnya seperti kita punya kaki, mata rambut dan anggota tubuh lainnya secara sempurna. Secara organisme kita sama dengan manusia lainnya. Terus ketika kita memanggil seseorang itu apakah dengan panggilan manusia… manusia.. manusia kesini selayaknya kita memanggil Binatang peliharan seokor Kambing dengan panggil mbe.. mbe.. mbe… ayo makan rumputnya. Tentunya tidak, karena kita bukanlah seekor hewan sebagaimana hewan peliharaan. Kita ini adalah makhluk yang diciptakan Tuhan dengan “TUGAS, FUNGSI DAN PERAN” berbeda dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya.

Kita bisa memanggil pada binatang peliharan kita dengan sebutan yang sama. Misalnya mbe.. (pada kambing), walaupun kambing itu jumlahnya ada puluhan ekor tetap saja kita memanggil kepada semuanya dengan sebutan mbe. Disini kita ambil pelajaran, apa sebenarnya hikmah dibalik itu? Kalo kita lihat apakah seekor kambing mempunyai tugas berbeda dengan kambing yang lainnya? Misalkan kita menggembala kambing, apakah masing-masing di atanra mereka mempunyai perbedaan tugas ketika kita sedang menggembala mereka? Tentunya tidak. Semua sama ; hanya bisa makan sambil jalan-jalan. Sewaktu-waktu bila kita butuhkan dagingnya, dapat dengan mudah untuk kita sembelih kapanpun dan dimanapun semau kita. Karena semua jenis kambing itu sama, hanya bisa diambil manfaatnya untuk kita. Jadi tidak ada masalah ketika kita mempunyai puluhan ekor kambing tanpa harus memberi nama pada masing-masing ekor kambing. Jarang sekali kita menemui seorang pengembala kambing yang jumlah kambingnya  puluhan ekor memberikan absen kepada tiap-tiap ekor sebelum pengembalaan dimulai.

Karena manusia merupakan makhluk sosial yang mempunyai beragam bahasa. Tentunya kita sering bercakap-cakap dengan manusia lainnya. Untuk memulai pembicaraan terhadap lawan bicara kita, tentunya kita harus memanggil seseorang dulu untuk bisa diajak bicara. Biasanya kita memanggil nama mereka supaya si lawan bicara mengerti maksud kita ingin bicara kepada siapa. Disini kita pasti menemukan betapa pentingnya sebuah nama. Berbeda dengan kambing yang tidak mempunyai beragam bahasa. Kambing hanya bisa berucap satu kata saja ; kalau tidak mbe.. ya mbe… (mau apalagi?).

Oke itu sedikit prolog untuk memperkenalkan nama saya. Karena saya rasa perlu kita faham terlebih dahulu mengenai arti penting sebuah nama. Kadang-kadang seseorang suka berucap ; “Apa pentingnya anda memperkenalkan nama anda kepada saya?”. Saya hanya membendung pemahaman seperti itu saja. Kurang lebihnya mungkin itu yang bisa saya fahami. Mudah-mudahan ketika saya memperkenalkan diri saya dengan berucap nama terlebih dahulu tidak ada kesan “Sok Kenal” atau “Ingin Terkenal dengan nama itu”. Ini semata-mata hanyalah hanya menempatkan arti penting sebuah nama.

Oke langsung saja saya perkenalkan diri saya dengan sebuah nama. Nama yang identik dengan bagaimana seseorang memanggil kita. Bagaimana ya??? Banyak sebutan yang mereka sebutkan untuk memanggil saya ; diantaranya Arif, Mamat, Matmund, dan julukan lainnya.

Sewaktu kecil orangtua memberikan nama “Arif Munandar”. Entah apa itu artinya, sampai sekarang juga masih belum di kasih tahu. Mungkin dari segi bahasa ; Arif itu artinya adalah “bijaksana” di dalam bahasa Arab. Tapi sebenarnya saya juga kurang tahu ; mengapa orangtua bisa memberikan nama itu. Yang saya banggakan ; jika memang tujuan pemberian nama Arif itu diartikan ke dalam bahasa Arab, wah jadi berati nie. Malu kalau realita tidak sesuai dengan arti nama itu.

Nama Arif Munandar yang menjadi kebanggan dengan arti bijaksananya itu tidak bertahan lama. Sewaktu masuk TK (Taman Kanak-Kanak), nama itu telah sirna diganti dengan “Mamat Munandar”. Alasan orangtua menggantinya hanya karena mitos sepele saja. Biasa kalau orangtua dahulu, ketika kedapatan anaknya nakal. Mereka suka menafsirkannya dari sebuah nama. “Mungkin ini pengaruh nama”, itu yang saya tahu alasan mengapa orangtua bisa mengganti nama Arif menjadi Mamat. Karena waktu kecil memang saya mengakuinya sekarang ; Bahwa saya adalah seorang yang bandel, suka melawan dan ngamuk apabila kehendak tidak dipenuhi orang tua.

Dulu nama Arif adalah kebanggaan dengan artinya yang bijaksana. Sekarang Mamat ! kalau dilihat dalam bahasa Arab artinya adalah mati. Sungguh sangat menyedihkan, dari mulanya bangga dengan arti yang mulia, kini terlena dengan arti yang negatif.

Emang dulu mau saja diganti nama dengan nama itu. Maklum karena masih TK, tidak tahu apa-apa. Sekarang sebenarnya sangat menyesal setelah tahu arti bahwa di Ijizah tercantum nama Mamat Munandar. Tapi mau bagaimana lagi, yang lalu biarlah berlalu. Tidak sepenuhnya nama itu mencerminkan tiap-tiap diri seseorang. Nyatanya banyak nama yang indah tapi orang yang memikul nama itu tidak seindah namanya. Apalah arti sebuah nama kalau begitu? Bingung ya…. Tadi katanya penting arti sebuah nama, sekarang mengapa jadi tidak. Mungkin penting tidaknya tergantung kapan dan dimana kita meletakkan arti sebuah nama.

Nama “Mamat Munandar” adalah sebuah nama yang formal saat ini. Di berbagai instansi nama itu selalu ada ketika saya masuk kedalamnya. Baik itu di sekolah, KTP, SIM dll. Nama “Mamat Munandar ” yang tidak ingin sebenarnya dengan nama itu, kini selalu hadir dimanapun saya pergi. Padahal keluarga masih tetap saja memanggil saya dengan panggilan “Arif”. Aneh juga ya…. Mereka yang mengganti nama, tapi mereka sendiri yang tidak mau mengganti panggilannya terhadap saya. Sungguh 1001 aneh……

Walaupun sudah kepalang populer dengan nama itu. Apa boleh buat sekarang? Hanya satu mungkin yang akan saya rubah dengan nama itu biar kelihatan keren. Coba sekarang siapa yang tahu dengan novel “Elang Retak” karya Gus Balon? ketika membaca novel itu saya dapat inspirasi. Mengapa saya tidak ganti saja nama saya dengan gaya penulis Gus Balon. Okelah saya coba otak-atik nama Mamat Munandar menjadi Mat MUN_D. Mirip kan dengan Gus Balon ejaannya?

Mat MUN_D adalah sebuah nama yang sering saya pakai untuk memperkenalkan diri saya di dunia maya. Biar kelihatan sedikit keren saja sebenarnya cie…. Di dunia maya biasanya orang-orang memperkenalkan dirinya dengan sebutan yang beken. Kenapa saya tidak? Ini mungkin nama beken saya ; Mat MUN_D.

Mat MUN_D yang pada dasarnya singkatan dari Mamat Munandar. Tidak apalah…. Hanya sedikit menutupi kekecewaan dengan nama Mamat yang artinya mati itu.

Setelah menemukan Mat MUN_D hati rasanya lega, karena bisa menutupi kekecewaan itu. Dengan nama Mat MUN_D insyaAlloh akan saya proklamasikan nama legal pribadi untuk dikenal masyarakat. Harun-Yahya saja yang nama aslinya adalah Adnan Oktar, masyarakat banyak mengenal dengan nama Harun-Yahyanya ; sebuah nama penghargaan bagi Adnan Oktar. Saya juga begitu ; Mudah-mudahan masyarakat dapat mengenal karya-karya pribadi dengan nama kebanggaan Mat MUN_D.

======================================================

Nama kecil        : Arif Munandar

Nama Formal  : Mamat Munandar

Nama Populer : Mat MUN_D

Iklan

9 thoughts on “My Name is ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s