Ada karena KAU ada

Jika kita ada, apakah kita ini ingin seperi ini? Terus mengapa kita mesti ada? Padahal seingat aku, belum pernah tuh aku untuk ingin ada disini. Bagaimana dengan kalian? Apa kalian telah pesan untuk ada kepada yang telah mengadakan kalian? Jujur aku secara pribadi tidak ingin sama sekali untuk ingin ada disini.

Tapi mengapa mau tidak mau aku mesti ada di dunia ini. Terus menurut kalian sikap apa yang mesti ada pada diri kalian meliahat kenyataan ini? Apakah kalian pernah memikirkan hal itu? Ini penting kalau menurut saya. Mengapa? Coba aja pikir, kita ada ; bukan karena kita ingin ada, kita ada sudah tentu ada yang mengadakan kita. Terus yang mempunyai keinginan untuk mengadakan kita siapa? Dan siapa yang mempunyai kemampuan untuk mengadakan kita?

Jikalau kenyataannya kita tidak mampu sama sekali untuk ada dan tidak sama sekali mempunyai keinginan untuk ada di dunia ini. Buktinya apakah kita ingat, apa yang terjadi pada diri kita sebelum kita ada. Apakah sebelumnya ada tawar-menawar terlebih dahulu dengan akan adanya kita di sini? Ingat juga tidak, yang pasti hanyalah ; kita sudah ada disini bukan karena kehendak kita. Ingat-ingat kita sudah bisa hidup saja. Sudah !!! terus saja kita menjalaninya tanpa memikirkan ; sebenarnya untuk apa kita ada disini?

Untuk apa kalian ada? Kalian tahu tidak mengenai hal ini? Ini pertanyaan anak TK, tapi penting untuk kalian ketahui. Supaya jelas kalian dapat menjalani kehidupan ini dan supaya kalian tahu apa status kalian di sini.

Sedikit pernahkah Anda memikirkan hal ini? Kalau pernah apa yang kalian pikirkan dengan hal ini. Jika belum pernah kenapa kalian tidak memikirkannya? Ini adalah dasar, mestinya didalam kurikulum SD diterapkan akan hal ini. Baik di Mata Pelajaran Sosial maupun keAgamaan.

Jikalau kalian mengabaikan hal ini, coba bayangkan dengan orang-orang di luar sana. Mereka yang memegang teori Evolusi, mereka meyakini bahwa diri mereka asalnya adalah Monyet. Bagaimana kehidupan mereka dengan teorinya itu? Jika mereka ada karena hasil evolusi dari monyet, tentunya yang terbayang apa di benak kalian? Coba kalian lihat kehidupan binatang yang satu ini. Apakah mereka mempunyai aturan yang melekat, yang aturan itu dapat menjadikan diri mereka hidup aman tentram satu sama lainnya. Begitu pula dengan kehidupan orang-orang yang menganut teori monyet itu. Ya …. Kehidupannya tidak bakalan jauh dengan nenek moyang yang mereka yakini.

Kalian tahu bagaimana dengan kehidupan orang-orang Atheis (Anti Tuhan). Mereka dengan lantangnya mengakui bahwa diri mereka ada lantaran bukan hasil ciptaan, mereka meyakini bahwa mereka ada adalah hasil evolusi. Mereka meyakini bahwa sebuah materi adalah hal yang absolute. Dengan keyakinan itu mereka meyakini bahwa segala sesuatu berasal dari materi, jadi materi segalanya bagi mereka.

Dengan itu timbullah pada diri mereka, bahwa mereka ada lantaran dari hasil perubahan sebuah materi. Mereka sangat meyakini dengan teorinya Charles Darwin. Coba bayangkan jika materi sudah menjadi Tuhan mereka. Kenapa? Karena di dalam kehidupan mereka, mereka ukur semua hal dengan nilai keuntungan sebuah materi. Bisa juga disebut sebagai “Kaum Materialisme”.

Materi adalah ujung dari sebuah keadaan alam. Mereka yakin bahwa alam ada dengan sendirinya, tidak pula ada yang menciptakan, jadi itulah awal dari segala hal yang mereka yakini.

Terus di abad ke 20 ada ilmuan dari kalangan musuh mereka yaitu kaum “Kapitalisme”, menemukan sebuah teori baru yang membuat para kaum keturunan monyet itu jijik mendengarnya.

Apakah kalian tahu dengan teori “Big Bang”. Dimana teori itu mengungkapakan semua yang ada dia alam semesta ini mempunyai awalan dan akhiran. Kenapa? Katanya alam semesta berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13,7 milyar tahun lalu (pengukuran terbaik pada tahun 2009 memperkirakan hal ini terjadi sekitar 13,3 – 13,8 milyar tahun yang lalu) dan terus mengembang sampai sekarang.

Sebagaimana yang disugesti oleh Lemaître pada tahun 1927, pengamatan ini dianggap mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita; semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya. Jika jarak antar gugus-gugus galaksi terus meningkat seperti yang terpantau sekarang, semuanya haruslah pernah berdekatan di masa lalu. Gagasan ini kemudian mengarahkan kita pada suatu kondisi alam semesta yang sangat padat dan bersuhu sangat tinggi di masa lalu.

Sehingga pada akhirnya pasti ada satu dimana bintang-bintang itu awalnya adalah satu gempalan besar yang mempunyai awal. Sebenarnya awal semesta merupakan dari suatu ledakan besar dari gumpalan padat tadi, dan bintang-bintang itu merupakan percikan dari hasil ledakan tadi.

Dengan kesimpulan inilah mereka para kaum “Kapitalisme” meyakini bahwa ternyata alam semesta itu mempunyai awalan. Dengan adanya teori ini banyak dari kalangan masyarakat dunia menerimanya. Mengapa? Karena benar-benar teori Big Bang ini dapat diterima dengan akal manusia secara mudah dan itu pasti kejadiannya akan seperti itu.

Beda dengan teori “Darwin” yang manusia berawal dari monyet, secara logika saja mereka sudah tidak menerimanya. Karena jikalau manusia berasal dari monyet terus kenapa masih banyak monyet di dunia ini? Dengan itu saja teori monyet ini sudah bisa dijatuhkan dengan akal yang sangat mendasar.

Sekarang di zaman yang sedang kita duduki ini teori “Big Bang” menjadi raja dan mendapat dukungan yang sangat besar dari masyarakat dunia.

Namun ada satu pertanyaan yang tidak dapat di jawab oleh sang penemu teori Big Bang itu. Pertanyaannya cukup mudah ; “Jikalau alam semesta berasal dari gumpalan yang besar terus meledak hingga membentuk percikan-percikan bintang dan planet. Apa yang ada sebelum terjadi ledakan itu? Siapa yang mampu membuat gumpalan itu?

Kita meyakini adanya Alloh Sang Maha Pencipta, tapi mereka. Mereka yang menemukan Teori Big Bang itu adalah orang-orang yang tidak yakin dengan keberadaan Alloh Sang Pencipta. Sebenarnya gampang bagi kita dengan pertanyaan itu, tapi mereka telah terjebak dalam penemuannya sendiri.

Mereka mengakui penemuannya itu benar menurut mereka, tapi mereka tidak mengambil pelajaran dari hasil temuannya itu. Alam yang mereka teliti sebenarnya telah memberikan pelajaran bagi mereka untuk menyakini adanya Sang Pencipta. Alloh telah memberikan pembelajaran bagi mereka pada Alam yang diciptakannya tapi tetap orang-orang itu tidak meyakini dengan adanya Alloh.

Jadi siapa disini yang disalahkan? Apakah Alloh yang kurang memberi pelajaran terhadap mereka? Ataukah mereka yang selalu sombong dengan penemuannya? Sekarang dimana letak tidak masuk akalnya ilmu Alloh itu? Mereka yang sering kita dengar dengan seruannya bahwa Tuhan itu imposible, abstrak, bahkan ada juga yang lantang meneriakan bahwa Tuhan itu tidak ada. Sungguh memprihatinkan keadaan mereka, saya merasa kasihan terhadap mereka. Mereka itu pintar, sering meneliti, tapi mereka tidak mengambil pelajaran dari penelitiannya. Mereka terlalu sombong dengan hasil temuannya sehingga membuat mereka lupa akan keberadaan Tuhan mereka.

Bagi para ilmuan kelas dunia yang benar-benar ikhlas terhadap temuannya, saya yakin bahwa mereka dapat menemukan siapa penciptanya dari hasil temuannya itu. Karena ilmu Alloh itu luas, setiap benda yang mereka teliti pasti ada hubungannya dengan Alloh. Ini masuk akal, karena semua benda yang mereka kenal dan kita kenal tidak terlepas dari hasil ciptaan-Nya. Jadi bagaimana mungkin mereka tidak meyakini adanya Alloh. Apa alasan mereka untuk tidak ber-Tuhan kepada Alloh?

Jelas sekarang bahwa kita ada karena ada yang mengadakan. Kita ada karena ada yang mempunyai keinginan dan kehendak untuk bisa mengadakan kita. Mari kita lawan mereka dengan Argumentasi yang menurut mereka juga masuk akal. Kita jebak mereka dengan temuannya mereka sendiri untuk dapat menghantarkan mereka kepada pengakuannya bahwa Alloh itu ada dengan bukti hasil dari penelitian mereka sendiri. Kita serukan kepada mereka dengan slogan ; “ADA KARENA KAU ADA”.

Bandung, 20 September 2010

Mat MUN_D

Iklan

5 thoughts on “Ada karena KAU ada

  1. mobil bisa berjalan, kapal bisa berlayar, pesawat bisa terbang… pasti ada yang mengendalikan/mengemudikan sehingga bisa bergerak dengan teratur.

    begitu juga dengan alam semesta. ada rotasi bumi… ada pergerakan planet2 pada orbitnya secara teratur. terjadinya siang dan malam secara teratur pasti ada yang mengendalikannya, bukan karena bergerak dengan sendirinya… 🙂

  2. Aku ada karena kau ada. Aku ada karena aku diciptakan oleh Allah SWT. Seperti kutipan dalam ayat Al-Qur’an -> “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. (QS. As Sajdah: 4). Maka sangat mustahil jika kita dan seisi bumi beserta alam jagat raya itu terbentuk karena sesuatu hal yang tidak disengaja tanpa ada yang menciptakannya.
    Para ilmuan dari dunia barat yang nota bene tidak mengakui adanya Allah SWT sebagai pencipta itu merupakan refleksi dari istilah ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu lumpuh. Jadi pada dasarnya mereka “cerdas” dalam menemukan segala ilmu pengetahuan melalui berbagai penelitian tapi buktinya mereka nanti akan menjadi lumpuh dan kelimpungan dalam pemikiran mereka sendiri yang tanpa arahan keyakinan adanya Dzat yang Maha Cerdas di atas segala-galanya.
    Secara pribadi, saya pun sampai sekarang tidak tahu tujuan diadakannya saya itu untuk apa? Tapi kan Allah SWT tidak akan menciptakan makhluk hidup beserta kekuasaannya, khususnya manusia dengan sia-sia dan pura-pura tanpa ada tujuan yang jelas. Kalau menurut pemikiran ekstrim saya, kehidupan di dunia itu diibaratkan ajang training dan pelatihan untuk kehidupan yang sebenarnya di akhirat nanti. Jadi hanya numpang lewat, tapi sambil mencari bekal juga.
    Allah itu selalu online meskipun Dia berstatus invisible. Dan terkadang ada hal-hal yang tidak harus dimengerti oleh nalar manusia.
    Wallau’alam bishawab 🙂

  3. sebenernya darwin gak bilang secara langsung kalo manusia berasal dari kera. dia cuma berpendapat bahwa seluruh makhluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama dan berubah karena adanya seleksi alam.
    secara pribadi diriku juga gak terlalu setuju dengan teori darwin dan gak setuju dengan teori evolusi umumnya..terlalu mengada-ngada. memanfaatkan informasi yang masih mentah mencoba mengait2kan hingga menjadi suatu teori dan menurut aku lebih tepat dibilang dongeng,,hee,,, karena mereka juga belum bisa sepenuhnya menjelaskan tahap demi tahap perubahannya,klo udah mentok bilangnya ada “missing link”. tapi mang gak bisa disalahkan juga se,,soalnya teori kan hasil pemikiran manusia dan yang membuat teori tersebut mungkin pemikirannya saat itu baru nyampe sana.
    kita harus bisa memilah az,,yang mana yang akan kita pilih
    tapi sebagai muslim, kita punya keyakinan adanya Sang pencipta…mungkin teori penciptaan akan lebih bisa diterima.
    dan secara pribadi,aku setuju tuch ma pendapat irdevzan…”mustahil jika kita dan seisi bumi beserta alam jagat raya itu terbentuk karena sesuatu hal yang tidak disengaja tanpa ada yang menciptakannya”
    tapi proses penciptaan awalnya seperti apa?memang mungkin nalar manusia belum nyampe ke sana.

  4. Sebenar’a itu cuma prinsip saja. Prinsip penciptaan manusia. Kalau manusia ada karena ada yang mengadakan…… Oleh siapa di adakan’a mungkin sudah di jelaskan di atas…

    Tinggal sekarang bagaimana proses pengadaan manusia itu? Kalau manusia di ciptakan, proses penciptaan’a bagaimana, bahan dasar’a darimana dan kemudian entar ; Apa tujuan manusia di ciptakan? Apa fungsi, tugas dan peran manusia di bumi dan lain lain sebagai’a…..

    Mudah-mudahan itu semua ada jawaban’a dan saya bisa menuliskan’a kembali disini….. hhe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s