Rasa

Satu masa dimana masa itu kamu bukan siapa-siapa. Masa yang tidak akan pernah kita ingat selamanya. Tahukah kamu dimana masa itu?

Masa yang sulit diterima oleh akal manusia. Masa ketika semua makhluk belum berbentuk makhluk. Masa dimana kita belum dilahirkan. Masa yang tidak akan pernah kita rasakan kembali. Dimana kita sekarang adalah bagian yang telah melewati masa itu.

Kini ku disini sendiri, bingung, takut, dan kesedihan muncul secara tiba-tiba. Aku memang orang bodoh, orang yang tidak tahu mengenai perasaan orang lain. Aku memang manusia seperti kalian, tapi aku bukanlah manusia yang tampak seperti rasa yang kalian rasakan sekarang. Kini disini ku bersedih kepada kalain.

Aku ada ingin membahagiakan kalian, ingin melihat kalian selalu tersenyum kepadaku. Aku tidak ingin sekali melihat kalian bersedih bersamaku. Jarak kita memang jauh, tapi hatiku selalu ada untuk kalian.

Aku memang bukan siapa-siapa kalian dan aku hanyalah manusia biasa seperti kalian. Aku ingin punya perasaan seperti kalian yang selalu mengerti keadaan orang lain. Kalian yang selalu bisa merasakan rasa orang lain, kalian yang selalu mengerti perasaan orang lain. Kalian yang selalu membuat hati ini bahagia. Aku ingin seperti kalian ; tersenyum, tertawa, bersedih dan merasakan perasaan yang lazim dirasakan manusia pada umumnya.

Aku ini manusia yang tampak seperti kalian ; punya rasa, hati, pendengaran, penglihatan dan lain sebagainya. Tapi aku selalu tidak mengerti dengan perasaan kalian. Aku selalu tidak menjadi apa yang kalian inginkan. Aku selalu membuat kalian kecewa ketika kalian bersamaku. Aku ini bodoh, bodoh tidak tahu perasaan kalian.

Aku tahu kalian ingin bahagia bersamaku, tapi aku selalu tidak bisa membuat kalian bahagia. Aku memang bodoh dengan ini semua, aku memang tidak tahu perasaan seperti yang kalian rasakan. Padahal aku manusia seperti kalian. Tapi kenapaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,, Kenapa aku tidak bisa seperti yang kalian rasakan. Aku ingin punya perasaan yang bisa mengerti perasaan orang lain, agar orang lain bisa bahagia bersamaku, biar orang lain senang bersamaku. Tapi aku !!! Aku terlalu bodoh untuk itu semua. Aku tidak tahu perasaan kalian, ketika kalian bersamaku. Makanya aku selalu tidak tepat ketika bersama kalian.

Maafkan teman, maafffffffffffffffff,,,,,,,,,,,,,, Aku hanya seorang yang bodoh yang tidak tahu perasaan. Izinkan aku teman untuk terus mencoba menjawab teka-teki ini. Teka-teki yang sangat sulit untuk ku jawab, hampir aku muak dengan ini semua. Kadang hanya kata FUCK yang selalu ku ucap untuk kalian. Hanya kebencian yang selalu menghampiriku, kebencian yang selalu membuatku tak berdaya, kebencian yang selalu membuatku merana. Kebencian sesaat yang terasa nikmat. Tapi kebencian itu yang selalu membuatku sengsara.

Kini ku sadar untuk kalian, kalau aku hidup untuk kalian. Aku hidup pasti membutuhkan kalian, kalian yang selalu ada bersamaku, kalian yang selalu membuatku tertawa, kalian yang selalu mengajaku memahami arti kehidupan ini. Aku hidup, kalian hidup, kalian merasakan kehidupan dengan perasaan kalian. Kalian peka terhadap perasaan, sehingga kalian bisa merasakan perasaan orang lain pula. Terima kasih kalian yang selalu merasakan perasaan orang lain, terimaksih kalian yang selalu mengajaku bahagia bersama kalian. Aku ingin sekali melihat kalian selalu bahagia dan tersenyum di setiap saat. Tak boleh ada kesedihan yang menghampiri kalian, kalian terlalu bahagia untuku, aku tidak ingin melihat kalian bersedih, aku tidak ingin kehilangan kalian. Kalian yang harus selalu bersamaku disini. Sekarang !!! dengan kebahagiaan yang hendak kita raih bersama, demi tercapainya mimpi kita bersama, dalam menjalani kehidupan ini bersama.

Maaf tiba-tiba saja saya ingin menuliskan ini. Ini bukan artikel yang direncanakan, tapi ini datangnya dari hati langsung secara tiba-tiba. Mungkin kalian tahu maksud’a bagaimana?

Bandung, 01 Oktober 2010 (22:48)

Mat MUN_D

Iklan

2 thoughts on “Rasa

  1. Semangat ah barudak.. Semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat! 🙂
    Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Jadi belum terlambat untuk mencoba peka terhadap orang-orang di sekitar.

  2. Oke siapppppppppppppp… Itu mah cma kejadian semalam aja. Gak tau tiba-tiba pengen nangis tapi gak mau… Masa matmund harus nangis.. hha……

    Ya udah, daripada nangis mendingan ungkapkan saja semua isi hati saya ke dalam sebuah tulisan…

    Ekh ternyata bisa plong juga saya setelah nulis itu. Ko bisa ya semua itu di tulis, padahal saya tidak merencanakan’a tuh… Tiba-tiba mau nulis aja gitu… Anehhhhhhhhhhhhhhh……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s