28.10.10

Aku dilahirkan 28 Oktober 1990 di Sumedang. Bertepatan pada penaikan bendera dalam upacara Hari Sumpah Pemuda yang dipimpin langsung oleh Presiden Soeharto saat itu.  Lahir dengan selamat dan tidak terlalu merepotkan orang lain, lahir dengan lancar dan normal tidak melalui proses sesar. Berat badan dan anggota tubuh dengan sempurnanya Alloh memberikannya kepadaku. Bersyukur aku dilahirkan seperti itu.

Aku tidak bisa apa-apa !!! Hanya bisa menangis dan menangis ketika aku lapar dan haus. Masa bayi yang tidak pernah aku mengingatnya, hanya pernah mendengar cerita orang tua kalau aku dulu hampir saja kehilangan nyawaku. Pernah sempat di Operasi karena ada masalah dengan perutku dan itu yang membuat orang tuaku khawatir terhadapku. Tapi takdir berkata lain, sampai saat ini, ketika aku menulis ini, aku masih bisa menghirup udara segar dan Alhamdulillah telah terlepas dari ajal di masa kecilku.

Sumedang,  28 Oktober 1990. Bagian sejarah yang terpenting mungkin dalam hidupku karena selalu ku ingat terus hari itu. Kini aku sengaja meluangkan waktuku untuk menyambut dimana aku akan melewati hari itu kembali.  Sekarang 28 Oktober 2010, aku menuliskannya untuk 28 Oktober 1990. Aku akan mengenang Tahun itu di Tanggal yang sama pada Tahun ini di sela-sela pergantian tanggal di detik-detik awal 28 Oktober 2010. Mungkin TenKk !!! Bagi mereka yang mempunyai tradisi meniup terompet pada detik-detik pergantian Tahun bertepat pada pukul 00 : 00 tengah malam mereka sangat senangnya memeriahkan malam pergantian tahun itu.

Kini aku disini walau cuma sendirian akan TenKk pula untuk menyambut detik-detik dimana (Tanggal) aku dilahirkan dengan mencoba menuliskan kenangan Hari Kelahiranku. Mereka yang meniup terompet mungkin dengan meriah dan sangat gembira untuk menyambut detik-detik pergantian Tahun. Maklum mereka memeriahkannya secara berasama-sama karena Tahun bagi mereka adalah milik bersama.  Tapi disini aku memulai tradisi menuliskan sejarah terpenting dalam hidupku hanya ditemani suasana yang sunyi, sepi dan dinginnya malam di sertai hati yang sedang bersedih dalam menghadapi pahitnya kehidupan ini.

Tapi tak apalah walaupun suasana tidak mendukung tapi kan ku usahakan untuk bisa menuliskan sejarah terpentingku bertepatan di malam detik-detik dimana aku dilahirkan. Aku ngantuk dan sudah tidak tahan lagi untuk melihat ke depan layar monitor, mata ini sudah mulai berair dan merah-merah karena aku terus tahan rasa kantukku demi melewati detik-detik itu dan akhir’a ketika menuliskan ini bertepatan di sela-sela detik itu. Sekarang aku sudah tidak merasakan kantuk lagi. Otakku sudah diisi oleh inspirasi-inspirasi untuk mengenang masa kelahiranku.

Aku lahir dengan Nama Arief Munandar yang sekarang berubah menjadi Mamat Munandar semenjak aku masuk ke Taman Kanak-kanak. Aku bersekolah dasar di SDN Paniis kemudian melanjutkan ke SLTPN 1 Tanjungkerta keluar Tahun 2006 dan masuk di SMKN 6 Bandung. Di masa SMK lah aku memulai niatku untuk menjadi seorang penulis. Berawal dari ketidak setujuan kelakuan anak remaja sekarang terhadap cinta yang mereka miliki, kemudian dilanjutkan dengan karya ilmiah terpaksa untuk menutupi nilai B. IndonesiaKu yang masih kurang dari nilai rata-rata batas minimumnya.

Sampai sekarang aku jadi mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang penulis layaknya Raditiya Dika. Mungkin kedengarannya ini adalah sesuatu yang bodoh bagi diriku. Tapi aku yakin dengan kebodohanku ini aku bisa menjadi lebih baik. Karena hanya orang-orang yang bodohlah yang akan terus berusaha untuk menjadi lebih pintar.

Ulang Tahun atau Milad (B. Arab) adalah hari kelahiran seseorang, menandai hari dimulainya kehidupan di luar rahim. Dalam beberapa kebudayaan, merupakan suatu kebiasaan untuk merayakan peringatan ulang tahun seseorang, contohnya dengan mengadakan pesta ulang tahun dengan keluarga dan/atau teman. Hadiah sering diberikan pada orang yang merayakan ulang tahun. Juga merupakan suatu kebiasaan untuk memperlakukan seseorang secara istimewa pada hari Ulang Tahunnya.

Adapun sejarah perayaan hari ulang tahun yang saya ketahui pertama kali dimulai di Eropa. Dimulai dengan ketakutan akan adanya roh jahat yang akan datang pada saat seseorang berulang tahun, untuk menjaganya dari hal-hal yang jahat, teman-teman dan keluarga diundang datang saat sesorang berulang tahun untuk memberikan do’a serta pengharapan yang baik bagi yang berulang tahun. Memberikan kado juga dipercaya dapat memberikan rasa gembira bagi orang yang berulang tahun sehingga dapat mengusir roh-roh jahat tersebut.

Itu mungkin sedikit gambaran mengenai apa dan bagaimana ulang tahun itu selengkap’a bisa dilihat disini. Namun disini saya akan mencoba mensikapi bagaimana kita seharusnya menyambut hari hari Ulang Tahun itu? Berhubung saya juga sedang berulang tahun hari ini, jadi sekalian saya ingin berbagi pengalaman di hari ulang tahun saya.

Ada beberapa hal yang membuat berbedadari Ulang Tahunku saat ini dengan ulang tahunku sebelumnya diantaranya :

1. Mencapai Usia 20 Tahun

Tidak terasa hari ini aku sudah berkepala dua (usia’a), rasanya baru kemarin-kemarin aku mengalami masa anak-anak yang penuh ceria dan canda tawa disertai kemanjaan yang telah diberikan oleh orang tuaku.  Waktu memang begitu singkatnya berlalu, masa kanak-kanakpun tak terasa sudah ku lewati. Kini ku mulai beranjak pada masa dewasa. Masa dimana aku mempunyai tanggung jawab yang baru. Dulu semua kebutuhan hidup dibebankan kepada orang tua tapi sekarang sudah harus mulai membiasakan diri untuk hidup lebih mandiri bahkan bisa memberikan sesuatu terhadap orang tua kita.

Sudah cukup 20 Tahun aku membuat repot orang tuaku. Makan tinggal makan, minum tinggal minum, jajan tinggal jajan dan semua kebutuhan hidupku aku tidak memikirkan apa-apa selain dari minta dan meminta kepada orang tuaku. Tapi sekarang aku akan mencoba untuk  menjauhi hal-hal seperti itu. Walau kadang orang tuaku tidak henti-hentinya memberikan sesuatu terhadapku selama ia masih mampu.

Niat dan tegad sudah bulat membeku di dalam hatiku untuk mejadi orang yang lebih baik di tahun ini dan seterusnya. Semua kesalahan-kesalahan di masa lalu biarlah menjadi kenangan yang harus ku lupakan. Kini ku hidup dengan kehidupan yang baru, hidup ingin penuh dengan hal-hal yang lebih bermanfaat bagi diriku sendiri maupun orang lain. Hari-hariku InsyaAlloh akan ku isi oleh karya-karyaku yang akan membawa kemajuan untuk hidup dan kehidupanku di masa akan datang. Sekarang aku tepat 20 Tahun menduduki bumi ini tapi belum satu karyapun yang bisa ku ambil manfaatnya selama itu. Tapi kini ku harus bisa memetik buah dari hasil karyaku. INSYAALLOH !!!


Iklan

One thought on “28.10.10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s